Masih Banyak Perguruan Tinggi Swasta Belum Terakreditasi

Sebanyak 39 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang beroperasi di Provinsi Papua dan Papua Barat sebagian besar dinyatakan belum terakreditasi baik institusinya, termasuk juga dari 127 program studinya (Prodi) sebanyak 74 prodi (58,27%) belum terakreditasi bahkan 7 program studinya dinyatakan telah kadaluwarsa.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec seperti dilansir tabloidjubi.com yang mengutip Harian Pikiran Rakyat terbitan Bandung Senin (4/10).

Namun tudingan Ketua APTISI Pusat tersebut di anulir oleh salah satu dosen Sekolah Tinggi Fajar Timur (STFT), Hari Cahyadi, yang mana lembaga tempatnya mengajar juga masuk dalam daftar perguruan tinggi belum terakreditasi versi Ketua APTISI.

“STFT Fajar Timur meraih akreditasi A. Dan untuk PTS atau PTN lainnya perlu dicek lagi ketepatan data si profesor itu. Jadi berita bahwa PTS atau PTN di kedua provinsi di Papua yang terakreditasi hanya mentok pada nilai C jelas tidak betul!”” kata Hari Cahyadi  seperti dilansir tabloidjubi.com (6/11).

Hari menambahkan perlu melihat informasi versi Dikti atau Kopertis XII, atau Kopertis baru untuk wilayah Papua di Biak. “Jadi berita bahwa PTS atau PTN di kedua provinsi di Papua yang terakreditasi hanya mentok pada nilai C jelas tidak betul!”

Dosen STFT ini, selain melengkapi ketidaktepatan pernyataan Ketua Umum APTISI Pusat, mengakui perlu dicatat secara kritis sekaligus “oto-kritik” bahwa apa artinya akreditasi A sebuah Perguruan Tinggi jika dalam prosesnya tidak menunjukkan mutu perguruan tingginya atau tidak ada sumbangsihnya bagi masyarakat.

Sumber : Suluh Papua

No Responses

Leave a Reply